Tidak ada kalimat lain yang dapat menggambarkan apa yang akan terjadi atas umat Tuhan. Sebab dalam murka dan amarah-Nya yang menyala-nyala, ada kasih Allah yang besar. Di sini Zefanya melihat bahwa dari balik awan gelap yang begitu pekat terdapat pelangi kasih Allah di langit baru.
Tuhan berjanji akan memulihkan keadaan bangsa-bangsa sehingga mereka akan memanggil nama TUHAN. Mereka akan diberikan hati yang baru, bersih, dan suci supaya mereka memuliakan-Nya (9). Bahkan mereka yang tersebar ke berbagai penjuru bumi, di negeri-negeri yang jauh (Etiopia saat itu dianggap sebagai daerah yang paling jauh), akan datang membawa persembahan kepada TUHAN dan menyembah-Nya (10).
Pemulihan itu akan terjadi atas kota Tuhan, yaitu Yerusalem. Karena itu, seluruh penduduk kota akan beria-ria karena Tuhan. Mereka bersorak-sorai di hadapan Allah (14). Sebab murka Tuhan telah mereda dan penghukuman tidak ada lagi. Segala bangsa yang memusuhi Yehuda telah disingkirkan Tuhan. Ia akan tampil sebagai pahlawan Yehuda yang membawa kemenangan dan sekaligus menjadi Raja atas umat-Nya (15).
Allah bersukacita karena umat-Nya telah dibarui oleh kasih-Nya. Ia akan mengangkat penderitaan umat-Nya sehingga tidak ada lagi bangsa-bangsa lain yang mencela mereka (18; bdk. 2:10). Ia akan menjadi pembela umat-Nya dari para penindas. Ia akan menyelamatkan mereka yang putus asa, tidak berdaya, dan membawa mereka kembali pulang ke rumahnya serta memulihkan keadaan mereka di hadapan bangsa-bangsa (19-20).
Ambillah hikmah dari balik setiap masalah yang dihadapi. Mungkin itu terjadi karena kesalahan atau kelalaian kita sebagai umat Tuhan. Namun, percayalah bahwa Tuhan tidak selamanya memberikan hukuman. Dibalik hukuman itu, ada maksud Tuhan untuk memulihkan keadaan kita. Tujuannya adalah supaya kita menjadi sadar dan kembali hidup dalam kemuliaan-Nya dan senantiasa mengandalkan-Nya setiap hari. [IVL]




Leave a Reply